THE PRESENT


Tiga Cara Untuk Memanfaatkan Hari Ini

BERADA PADA MASA SEKARANG
Jika Anda ingin lebih bahagia dan lebih sukses
Fokuslah pada apa yang ada pada Masa Sekarang
Responlah pada hal yang penting sekarang
BELAJAR DARI MASA LALU
Jika Anda ingin menjadikan Masa Sekarang lebih baik daripada Masa Lalu
Lihatlah apa yang telah terjadi pada Masa Lalu
Belajarlah sesuatu yang berharga dari hal tersebut
Lakukan hal yang berbeda pada Masa Sekarang
RENCANAKAN MASA DEPAN
Jika Anda ingin Masa Depan yang lebih baik daripada Masa Sekarang
Lihatlah Masa Depan seperti apa yang Anda inginkan
Buatlah rencana untuk mewujudkannya
Tindak lanjuti rencana itu pada Masa Sekarang
*kawand... takdir tak akan pernah berubah jika kita tidak mengubahnya*

LINGKUNGAN MEMBENTUK KEPRIBADIAN

Jika anak banyak di cela, ia akan terbiasa menyalahkan.
Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menentang.
Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas.
Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya.
Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu.
Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah.
Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar.
Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa merasa percaya diri.
Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai.
Jika anak diterima oleh lingkunganya, ia akan terbiasa menyayangi.
Jika anak tidak biasa dipersalahkan, ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri.
Jika anak mendapatkan pengakuan dari kiri kananya, ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya.
Jika anak diperlakukan dengan jujur, ia akan terbiasa melihat kebenaran.
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan.
Jika anak mengenyam rasa aman, ia akan terbiasa mengendalikan diri dan mempercayai orang di sekelilingnya....

DARI LINGKUNGAN, ANAK BELAJAR

Seorang anak yang suka mencari-cari kesalahan.ia akan dengan mudah menunjukkan kesalahan orang di sekitarnya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia akan menyalahkan orang" di sekitarnya. “Aku celaka karena kamu membuang kulit pisang sembarangan,” kata anak itu kepada temanya saat ia terjatuh.
“Kamu jatuh karena kamu tidak memperhatikan jalanmu!,” kata anak itu kepada seorang temanya saat anak itu terjatuh.
Suatu hari orangtua anak itu menghampiri dan diam sejenak di sampingnya, lalu mengambil selembar kertas putih.“Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini? Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya,” jawab anak itu. Kemudian, ayahnya menorehkan sebuah titik berwarna hitam pada kertas itu.“Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini?Ada gambar titik hitam di kertas putih itu !. Anakku, mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan orang lain! Padahal masih banyak hal baik yang telah orang itu lakukan padamu.”
ibunya berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.


*kawan... , mari kita belajar mengoreksi diri sendiri sebelum kita menyalahkan orang lain. Jangan hanya melihat sisi buruk suatu masalah, tetapi kita perlu juga melihat sisi baiknya. Mengapa kita melihat setitik debu di mata saudara kita, sedangkan gunung yang menjulang tinggi di dalam mata kita tidak kita ketahui??*